Kamis, 11 April 2013

CONTOH VERBATIM


CONTOH VERBATIM

Pertemuan I
Tanggal           : Senin, 14 Mei 2007
Waktu             : 10.00 – 10.30 WIB
Tempat            : Ruang konseling
Pelaksanaan     : Penggalian Masalah
Konselor/klien
Dialog
Keterampilan
Kl
Ks

Kl
Ks
Kl
Ks
Kl
Ks
Kl

Ks











Kl
Ks

Kl

Ks



Kl
Ks
Kl
Ks
Kl
Ks
Kl


Ks
Kl

Ks
Kl

Ks
Kl
Ks
Kl





Ks

Kl
Ks
Kl









Ks
Kl



Ks

Kl



Ks

Kl






Ks
Kl



Ks

Kl

Ks
Kl
Ks

Kl
Ks
Kl



Ks
Kl
Ks
Kl
Ks
Kl
Ks
Kl

Ks
Kl
Ks

Kl



Ks
Ks

Kl
Ks
Kl
Ks

Kl

Ks
Kl
Ks

Kl








Ks
Kl

Ks









Kl
Ks


Kl
Ks





Kl

Ks
Kl
Ks

Kl
Ks


Kl
Ks
Kl
Ks
Kl
Ks
Kl
Ks
“Assalamualaikum”
“wa’alaikumsalam… silakan masuk(Jabat tangan) silakan duduk…bagaimana kabarnya?
“baik bu…”
“Namanya siapa ya dan dari kelas apa?”
“Nama saya Ani dan kelas 3 IPA 1 bu…”
“Ani sudah pernah konseling sebelumnya?”
”belum bu..”
“Apa Ani tahu apa itu konseling?”
“ Setahu saya konseling itu bias membantu saya untuk mengatasi permasalahan saya”
“Itu benar, Konseling bias untuk membantu Ani memecahkan permasalahan Ani, masalah yang akan dipecahkan difokuskan pada masalah yang sangat mengganggu Ani namun jika permasalahnya lebih berat Ani akan dialih tangankan kepada yang lebih ahli. Konseling ini sifatnya rahasia jadi Ani tidak perlu khawatir apa yang akan kita bicarakan nanti diketahui oleh rang lain. Selain itu konseling ini sifatnya sukarela tanpa adanya paksaan dari pihak manapun jadi ibu harapkan Ani dating kesini bukan karena paksaan. Selain itu juga pertemuan kita dibatasi oleh waktu dan lama pertemuan kita adalah 30 menit, apa Ani ada pertanyaan?”
“Tidak bu…”
“Sekarang ceritakanlah apa yang menjadi masalah Ani?”

“(diam sejenak) bagaimana saya ceritanya ya bu? Saya bingung mulai dari mana…”
“Seperti yang telah ibu jelaskan tadi bahwa pertemuan kita sifatnya rahasia jadi Ani tidak perlu takut untuk diketahui oleh orang lain, Ani bias mulai cerita dari apa yang Ani rasakan sekarang?”
 “ Saya bingung bu…”
”Apa yang Ani maksubkan dengan bingung disini?
“Saya bingung dengan keluarga saya bu..”
”Ceritakanlah lebih mendetail?”
”keluarga saya kacau bu…”
“ Apa yang Ani maksudkan dengan kacau disini?”
”Ayah saya sudah 2 tahun tidak bekerja lagi, setiap hari beliau hanya berkumpul dengan teman – temannya tanpa usaha untuk mencari kerja bu…”
“Ayah Ani dulu bekerja apa?”
“Dulu ayah seorang wiraswasta bu tapi sekarang sudah tidak lagi, usaha ayah saya bangkrut bu…’
“pernah membicarakan sesuatu dengan ayah Ani?”
”Tidak bu… hal itu karena ayahsaya sering marah – marah.. kadang saya merasa benci sama ayah saya bu..”
” Ani benci kepada ayah Ani?”
”Ya…”
”kenapa?”
”Karena ayah saya tidah bertanggung jawab sama keluarga. Beliau sama sekali tidak tahu diri. Beliau selalu marah – marah meminta dicukupkan kebutuhannya dan kebutuhan hobi memancingnya padahal beliau tidak mau tahu keluarga kami kekurangan. Saat marah ayah sering sekali memukul ibu saya…(menangis)”
”Ibu mengerti perasaan Ani… menangislah bila itu dapatmembuat Ani sedikit tenang”
“saya kasihan sama ibu saya….”
” Ani bisa menceritakan lebih jelas lagi?”
”Ibu saya tidak pernah diberikan nafkah sama sekali oleh ayah saya dan sering dipukul pula oleh ayah saat marah – marah….saya beruisaha membantu ibu dengan bekerja paruh waktu sebagai penjaga toko tapi gajinya kecil sekali jadi tidak bisa mencukupi kebutuhan keluarga untuk itu saya menjual barang – barang yang ada di rumah untuk terus dapat menutupi kekurangan dan sekarang semua barang – baranmg sudah habis terjual. Saya terpaksa bekerja demi ibu walaupun itu berarti saya tidak bisa main – main seperti kebanyakan teman – teman saya…”
 “ Ani sedih dengan kondisi seperti itui?”
“jelas saya sedih bu… dimana kebanyakan anak seusia saya bisa  bersenang – senang menikmati masa remaja saya malah harus bekerja membanting tulang tapi saya rela bu demi ibu dan adik saya..”
“Ceritakanlah tentang ibu Ani?’

“Ibu saya hanya seorang buruh pabrik yang gajinya tidak seberapa padahal saya masih sekolah dan adik saya juga. Apa lagi adik saya lemah sekali. Itu sebabnya saya harus bekerja untuk membantu ibu”
“Ceritakanlah tentang adik Ani?”

” Adik saya sekarangf masih sekolah kelas 2 SMK. Kita Cuma beda setahun umurnay. Akan tetapi adik saya orangnya lemah dan sakit – sakitan jadi saya tidak tega memintanya untuk ikut bekerja. Adik saya juga anaknya pendiam seperti saya. Ia tidak pernah bercerita apaun tentang dirnya dan perasaannya akan tetapi saya yakin perasaanya sama seperti yang saya rasakan sekarang”
”pernahkah Ani curhat kepada orang lain?”
“tidak… saya hanya menyimpannya sendiri… baru dengfan ibu saja saya bercerita….saya orang yang tidak bisa mengungkapkan apa yang ada dalam hati ini bu…sebelum bicara saya sudah takut sendiri..”
” Ani tidak bisa mengungkapkan apa yang Ani rasakan, Benar demikian?”
”Ya bu… Pernah saya mencoba berbicara dengan ibu saya tapi bibir saya tidak bisa terbuka…”
”Ani takut sendiri sebelum berbicara, benar begitu?”
”Ya bu..”
“Sebernarnya ibu tidak begitu mengerti dengan kata takut yang Ani maksukan, bisakah Ani menjelaskannya?”
”Saya takut salah ngomong bu”
“Pernah Ani berbicara dengan ayah Ani?”
“ Tidak… saya takut karena ayah saya orangnya pemarah. Ibu saja sering dipukulnya padahal saya ingin sekali bicara kepada ayah saya tentang apa yang menjadi uneg – uneg saya …”
“ Apa yang ingin Ani katakana kepada ayh Ani?”
”Saya ingin bilang kalau saya kecewa sama ayah saya bu…”
” Ani merasa kecewa?”
“Ya bu… saya juga marah kepada ayah saya bu!!!”
”Kenapa?”
”Karena ayah saya tidak bertanggung jawab pada keluarga”
“ TIdak bertanggung jawab bagaimana?”
“Harusnya kan ayah menjadi kepala keluarga jadi harus menafkahi tapi ini apa malah menjadi beban…:”
“ibu mengerti perasaan Ani…”
” Saya bingung bu dengan hal ini bu”
“Apa yang Ani maksudkan denga bingung dengan hal ini disini?”
“ Saya bingung mencari cara untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Ibu saya memang bekerja tapi gajinya kecil sekali begitu juga dengan saya padahal adik sakit – sakitan dan masih harus sering berobat..”
“Ibu mengerti tentang perasaan Ani”
“Ani dan adik Ani kan masih sekolah, lalu biayanya dari mana?”
”Biayanya bantuan dari paman saya, adik dari ibu saya…”
“Sekolah Ani karena bantuan paman, benar demikian?”
”ya bu…”
” Ceritakanlah tentang paman Ani?”

”paman saya seorang guru, beliau sangat baik krena telah membiayai kami sekolah…”
”Apa Ani dekat dengan paman?”
“Ya sedikit dekat bu…”
”Apakah Ani pernah menceritakan tentang perasaan Ani kepada paman Ani?”
“ini adalah kekurangan saya bu…. Saya tidak pernah bisa mengungkapkan perasaan saya sama orang lain. Jangankan kepada paman kepada ibu saya sendiri saja saya tidak bisa mengatkannya… saya penakut bu… kadang saya marah kepada diri saya sendiri, kenapa saya tidak bisa mengatakan apa yang saya ingin katakana dan rasakan, hal itu membuat saya sedih dan tertekan bu... Saya biasanya hanya bisa menangis dan mengurung diri di kamar tapi bila saya sudah tidak kuat sekali saya biasanya pergi dari rumah bu…”
”Pergi dari rumah?”
“ya bu… itu saya lakukan bila saya sudah tidak kuat dengan keadaan di rumah bu…”
” ibu mengerti dngan apa yang Ani katakan….Ibu berusaha untuk merangkum pernyataan – pernyataan Ani tadi. Ayah Ani tidak bekerja lagi selama 2 tahun ini sehingga kebutuhan keluarga tidak tercukupi padahal Ani dan Adik Ani masih sekolah. Ani kecewa dengan ayah Ani karena tidak bertanggung jawab dengan keluarga. Ibu Ani seorang karyawan pabrik yang gajinya tidak seberapa. Untuk itu Ani terpaksa membantu ibu dengan bekerja separuh waktu di toko. Ani ingin mengatakan peerasaan Ani kepada ayah Ani akan tetapI tidak bisa, benar begitu?”
“ya bu…”
“Dalam konseling terdapat beberapa teknik yang dapt digunakan untuk membantu Ani, salah satunya adalah Strategi asertf”
“Apa itu bu?”
“ Teknik asertf adalah teknik yang dapat membantu Ani berperilaku asertif. Perilaku asertif adalah perilaku yang dapat membela kepentingan pribadi, mengekspresikan persaan dan pikiran baik positif maupun negative secara jujur dan langsung tanpa mengurangi hak – hak atau kepentingan orang lain…”
“Maksud ibu biar saya bisa mengatakan apa yang ingin saya katakana?”
“Ya benar begitu..”
 “ya saya tertarik bu”
“Bagus… kita akan berlatih teknik ini pada pertemuan berikutnya karena ibu rasa waktu kita sudah cukup”
“ya bu”
“kita cukupkan pertemuan kita kali ini sampai disini dan kita akan bertemu lagi dengan agenda latihan asertif, bagaimana?”
“ya bu…”
”Untuk waktu pertemuan kita berikutnya kapan?”
“Saya rasa 2 hari lagi saja bud an jam yang sama”
“Baik ibu tunggu…”
“Saya permisi dulu ya bu.. terima kasih atas bantuannya..”
“sama – sama”
“Assalamualaikum”
“wa’alaikumsalam”

Attending


Attending

Structuring

Structuring


Structuring












Memimpin tidak langsung


Meminpin tidak langsung



Menjelaskan

Memusatkan

Menjelaskan



Bertanya


Bertanya


Parafrase

Bertanya






Attending


Memusatkan










Paraphrase




Memimpin langsung




Memimpin langsung







Bertanya




Cek persepsi



Cek persepsi

Menjelaskan


Bertanya




Bertanya

Memantulakan

Bertanya

Bertanya


Attending

Menjelaskan





Attending
Bertanya


Cek persepsi

Memimpin langsung


Bertanya

Bertanya










Menjelaskan


Attending,merangkum









Menerangkan strategi


Menerangkan strategi






Attending

Attending


Attending



Bertanya

Attending

attending

Pertemuan II
Tanggal           : Rabu, 16 Mei 2007
Waktu             : 10.00 – 10.30 WIB
Tempat            : Ruang konseling
Pelaksanaan     : latihan strategi asertif
Konselor/ klien
Dialog
Keterampilan
Kl
Ks


Kl

Ks

Kl

Ks



Kl



Ks

Kl
Ks

Kl


Ks
Kl



Ks
Kl


Ks
Kl
Ks


Kl

Ks


Kl




Ks
Kl

Ks
Kl
Ks


Kl



Ks
Kl
Ks



Kl
Ks

Kl

Ks


Kl
Ks


Kl
Ks
Kl
Ks
Kl
Ks

“Assalamualaikum”
“Wa’alaikam salam..oh Ani mari silakan masuk (jabat tangan) silakan duduk..bagaimana kabarnya?”
“Lebih baik dari kemarin bu setelah cerita kemarin rasanya sedikit plong..”
“Syukurlah kalau begitu..Ani masih ingat apa yang apa yang telah kita bicarakan kemarin?”
“Ya bu.. kemarin saya cerita tentang perasaan saya kepada ayah saya”
“Bagus bila Ani masih ingat. Seperti kesepakatan kita pada pertemuan kemarin bahwa sekarang kita akan latihan teknik asertif. Apa Ani masih ingat tentang teknik asertif ini?”
“Kalau tidak salah, latihan asertif adalah latihan yang membantu saya agar dapat mengungkapkan apa yang saya rasakan tanpa menghiraukan hak dan perasaan orang lain”
“ya benar, ternyata Ani masih ingat, bagaimana mau mencobanya?”
”Ya bu..”
“Ceriotakan apa yang ingin Ani katakana sekarnag?”
”saya ingin bisa mengatakan pada ayah saya bahwa saya kecewa banget sama beliau karena sudah tidak bertanggungjawab sama keluarga”
“Pernah Ani mengatakannya kepada ayahAni”
“Tidak bu… saya tidak pernah bisa mengungkapkan sesuatu apapun kepada ayah saya. Saya seakan kehilangan kata – kata dan menjadi gemeteran”
“Saat situasi apa Ani merasa seperti itu?”
“Saat berhadapan dengan ayah dan ingin berbicara sama beliau tentang apa yang saya rasakan terhadap beliau”
“Ani merasa bingung?”
“Ya bu…”
”Sekarang kita akan berlatih agar Ani dapat mengungkapkan apa yang ingin Ani katakana kepada ayah Ani, Ani mengerti?”
”Ya bu dan itu yang sangat Ani butuhkan, tapi bagaimana bu?”
“Ani bisa berkata, ayah apa tidak sebaiknya ayah mencari kerja. Sekarang apa yang akan Ani katakana?”
“Saya akan mengatakan, ayah sebaiknya ayah mencari kerja lagi, kebutuhan kita semakin banyak, kalau ayah tidak bekerja bagaimana kita bisa bertahan hidup dan Ani dan adik masih sekolah, kasihan ibu..”
“bagus… katakana sekali lagi”
“Ayah lebih baik ayah mencari kerja sehingga dapat mencukupi kebutuhan”
“Katakan lagi lebih keras”
“Ayah carilah pekerjaan”
“Sekarang banyangkan Ani dalam situasi yang sebenarnya dan Ani sedang berhadapan dengan ayah Ani”
“(membanyangkan) sekarang saya sedang berhadapan dengan ayah dan saya sedang berbicara padanya.. ayah saya ingin mengatakan sesuatu, ayah apa tidak sebaiknya ayah mencari kerja lagi”
“Katakan sekali lagi”
“ayah sebaiknya ayah mencari pekerjaan lagi”
”Bagus… ketika Ani bisa mengatakan perasaan Ani, Ani bisa mengatakan padadiri Ani bahwa Ani hebat..”
“saya hebat”
” Ani bisa berlatih hal itu di rumah. Berlatihlah untuk menjadi asertif”
“ya bu… Tapi ketika saya tidak bisa mengatkan pikiran dan perasaan saya bagaimana bu?”
”Ani bisa mencatatnya… catat pada situasi apa Ani tidak bisa mengungkapkan perasaan dan di sebelahnya kata – kata yang ingin Ani katakana”
“ya bu”
”Ibu rasa pertemuan kita cukup sampai di sini kita akan bertemu lagi 2 minggu lagi untuk melihat hasil latihan kita hari ini, bagaimana?”
“ya bu..”
“waktu dan harinya sama seoerti ini bagaimana?”
”ya bu…..Terima kasih bu”
”Sama – sama”
“assalamualaikum”
“Wa’alaikumsalam”

Attending




Attending, merangkum


Attending, bertanya





Attending, bertanya


Memimpin tidak langsung



Bertanya




Bertanya



Memantulkan

Menginterpretasi




Memodelkan







Mengulang


Mengulang

Transfer ke situasi nyata





Mengulang

Attending, memberi penguat



Memberipekerjaan rumah


Pekerjaan rumah



Attending, bertanya


Bertanya

Attending




           






Pertemuan III
Tanggal           : Rabu,  30 Mei 2007
Waktu             : 10.00 – 10.30 WIB
Tempat            : Ruang konseling
Pelaksanaan     : Cek hasil konseling
Konselor/ klien
Dialog
keterampilan
Kl
Ks

Kl

Ks
Kl



Kls


Kl
ks
kl






Ks


Kl




Ks

Kl
Ks


Kl
Ks
Kl
Ks

“ Assalamualaikum”
“wa’alaikum salam…silakan masuk Ani.. Ibu sudah menunggu…”
“maafbu tadi ada ulangan jadi datangnya telat untuk konseling”
“Tidak apa – apa, bagaimana kabarnya hari ini?”
“Baik bu dan plong sekali setelahbisa mengutarakan yang jadi uneg –uneg yang telah lama tersimpan. saya telah berhasil  mengatakan perasaan saya secara langsung kepada ayah saya bu..”
“Baguslah…Nampaknya Ani menunjukkan banyak perubahan. apa Ani melakukan tugas yang ibu berikan untuk berlatih?”
“ya bu.. ini catatan saya ( menyerahkan kertas) “
“Bagaimana reaksi ayah Ani?’
“beliau Awalnya sangat marah dan hamper saja memukul saya tapi untung ada ibu yang mencegahnya dan untungnya juga semua sekarang telah kembali banik. Ayah saya ternyata mendengarkan perkataan saya, beliau mulai mencari pekerjaan sekarang, dan itu membuat saya merasa senang”
“Baguslah.. setelah meliha catatan Ani, nampak beberapa situasi yang Ani belum bisa asertif, benar begitu?’
“ya bu.. ada beberapa situais yang membuat saya merasa masih takut untuk mengungkapkan perasan saya.. contohnya saat teman saya menjaili saya.. tapi saya akan terus berusaha untuk lebih dapat mengungkapkan perasaan saya bu..”
“bagus sekali Ani.. Ani benar – benar menunjukkan banyak perubahan..terus berlatih ya Ani..”
“Ya bu..”
“ibu rasa pertemuan kita cukupsampai disini saja.. dan ibu berharap Ani terus berlatih untuk lebih dapat mengungkapkan perasaan dan pikiran Ani”
“ya bu..terima kasih banyak..”
”sama – sama Ani”
“Asalamualaikum”
“wa’alaikumsalam”

Attending



Attending




Attending



Bertanya







Attending, cek persepsi






Attending






Attending




2 komentar:

  1. How to Deposit and Withdraw Money at the - Casino Roll
    To do 강원 랜드 칩걸 so, you must deposit at 먹튀 사이트 먹튀 랭크 least $25 at 온라인슬롯머신 least 토토 하는 법 $10 to be eligible to receive the bonus. To claim this bonus, you need to 강원 랜드 여자 visit a

    BalasHapus
  2. A great guide to betting on casino games with a list of bonuses
    For poker 광양 출장마사지 players, this kind of 경상북도 출장샵 gambling guide will let you know how many 계룡 출장샵 bonuses casino bonus codes you have. Find a list of 구리 출장마사지 no 거제 출장샵 deposit bonuses

    BalasHapus